Selasa, 10 April 2012

KILLING ME INSIDE

Filled under:

Killing Me Inside
Grup
2006
Biografi :

Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.

"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.

Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu A Fresh Start For Something New yang hitsnya lagunya yaitu The Tormented.

Sumber: http://www.lintascerita.com/2010/11/profil-killing-me-inside-killms.html#ixzz1RPtAJi1o

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

Last Child | Diterima Karena Dipuja

Filled under:

Menjadi band indie sebenarnya gampang-gampang susah. Mereka memiliki komunitas yang benar-benar setia. Tetapi, belum tentu mereka bisa masuk ke industri musik dengan leluasa.

Misalnya, yang terjadi pada Last Child. Grup band yang dibentuk pada 2006 itu memiliki banyak pengalaman menjadi band indie. Dengan kerja keras dan kualitas, akhirnya mereka bisa menembus industri musik.

Kemarin (25/3) mereka merilis album terbaru berjudul Our Biggest Thing Ever di hall basket Senayan. CD album mereka dijual bundling dengan KFC. Hingga sore, keping CD mereka sudah terjual 700 kopi. Virgoun (vokal/gitar), Dimas (bas), dan Mamie (gitar) menyatakan senang dengan hal itu. Last Child dikenal karena memiliki fan base yang besar, yaitu 2,5 juta orang.

Gara-gara itu, mereka kini bisa diterima secara luas. "Dulu main di televisi itu seperti hal yang tidak mungkin," kata Virgoun. Hal tersebut dibenarkan Maureen dari dr. M yang menanungi Last Child. Dia bilang, lirik-lirik lagu Last Child sangat dalam dan vulgar.

"Waktu dengar lagu Last Child, banyak orang yang berpendapat kalau lirik lagu mereka harus diganti. Kalau tidak diganti, jangan berharap bisa masuk televisi. Kami sudah sadar bahwa kemungkinan mereka tidak diterima itu tinggi. Tapi, kami tetap persiapkan promo secara digital. Ternyata, hasilnya luar bisa," katanya.

Virgoun menambahkan, itu semua berkat dukungan fans. Akhirnya, mereka bisa merilis album baru meski harus mengalami pergantian personel. Personel awal Last Child adalah Virgoun, Dimas, Yodi, dan Ary.

Sekarang mereka tinggal bertiga. Dimas menjelaskan, Yodi resign karena harus melanjutkan kuliah dan bekerja. "Orang tua Yodi kurang setuju kalau Yodi terjun ke musik. Komitmen dia ke orang tuanya dulu musik cuma menjadi hobi. Tapi, semakin ke sini semakin terjun terlalu dalam. Dia kemudian resign," jelas Dimas.

Sementara itu, Ary hengkang karena memiliki visi yang berbeda. Ary tengah mendalami DJ. Dia juga sedang berencana untuk membuka bisnis clothing. "Jadi, sekarang kami tinggal bertiga," tegasnya

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

Pasha "Ungu" Setuju BBM Naik, Asalkan...

Filled under:

Pasha, vokalis grup band Ungu, menilai kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menaikkan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal April 2012, mendatang harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas transportasi umum. Ia membayangkan adanya transportasi yang aman dan nyaman untuk masyarakat.
"Fair-nya, BBM naik, transportasi umumnya bagus. Saya rasa kalau pemerintah memperhatikan transportasi umum ya nggak apa-apa," ujarnya ditemui usai Panasonic Gobel Award 2012, di Jakarta Theatre, Jakarta, Selasa (27/3/2012).
Sejauh ini, banyak masyarakat mengendarai transportasi pribadi dalam setiap aktivitasnya. Jalan raya jadi sangat padat. Kemacetan tak bisa terhindarkan. Kenyataan itu, disebabkan belum adanya transportasi umum yang memadai. Terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan.
"Kenapa banyak orang luar merasa orang Indonesia kaya, karena banyak yang punya mobil," ucapnya.
Ia juga menilai kenaikan BBM masih tergolong murah jika dibarengi dengan perbaikan transportasi umum yang aman dan nyaman untuk masyarakat. Meskipun, ia berharap pemerintah mematok tarif BBM semurah-murahnya.
Lantas, bagaimana dengan aksi demonstrasi penolakan kenaikan tarif BBM yang terjadi kemarin? "Demo nggak ada salahnya selama tidak anarkis. Supaya ada yang menonjol berarti masyarakat bisa bersuara. Harusnya ada imbauan kenapa bisa naik," tandasnya.
Sumber :
Tribunnews.com

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

Konser Haru Malam pergantian tahun, Charly ST 12 Resmi Mengundurkan Diri

Filled under:

Malam pergantian tahun menjadi malam yang sangat berkesan bagi grup musik ST12,  karena  malam itu merupakan saat terakhir bagi Pepep, Charly, dan Pepeng tampil bersama-sama dalam ST12. Konser perpisahaan disaksikan ribuan penonton dan penggemar di pelataran Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Sabtu (31/12) malam.

Pepep mengakui jika konser tersebut dipenuhi kesedihan dan rasa haru, baik dari penonton maupun para personelnya. “Ya, gimana ya agak sedih memang. Karena bagaimana pun juga kita sudah jalan benar-benar bersama dalam waktu yang lama. Saya sedih juga, tapi saya juga menghormati keputusan yang sudah mereka pilih,” jelas Pepep.

Menurut drummer ST12 ini, yang membuat suasana semakin haru adalah sikap para ST12 Setia (panggilan penggemar ST12) yang dengan lantang menyanyikan lagu-lagu mereka di saat terakhir.

“Yang bikin haru adalah fansnya, apalagi pas mereka nyanyi semua. Saya bilang sama mereka semua, bahwa saya minta maaf karena enggak bisa menyelamatkan band ini, tapi saya sudah berusaha. Cuma sepertinya saya harus menghormati keputusan ini,” tutupnya. [okz/it1/foto:istimewa]

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012