Selasa, 10 April 2012

Perjalanan KILLING ME INSIDE dari pertama sampe sekarang ini

Filled under:

Killing Me Inside (juga dikenal sebagai Killms) merupakan sebuah grup musik asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2005. Saat ini mereka beranggotakan 3 orang yaitu vokalis Onadio Leonardo, gitaris Josaphat Klemens, dan keyboardist Rudye Nugraha Putra, dibantu oleh Angga Tetsuya Wibisana sebagai additional bassist dan Putra Pra Ramadhan sebagai additional drummer. Sejak terbentuk, mereka telah mengeluarkan 2 album yaitu "A Fresh Start For Something New" dan "Killing Me Inside"

2005: Formasi

Killing Me Inside mulai dibentuk pada Juni 2005 oleh Josaphat (gitar), Onad (bass), Rendy (drum) dan Raka (gitar). Setelah beberapa saat mencari vokalis, akhirnya bergabunglah Sansan pada Desember 2005. Setelah melalui pengalaman manggung di kafe-kafe dan acara-acara lokal, mereka merilis 3 buah lagu sebagai demo mereka. Lagu-lagu demo tersebut adalah A Letter Of Memories, Suicide Phenomena, dan The Tormented yang nantinya direkam ulang pada debut album mereka, A Fresh Start For Something New.

2008: A Fresh Start For Something New

Pada tahun 2008, Killing Me Inside berencana untuk merilis sebuah album. Namun di tengah perjalanan, Raka keluar dari band pada Mei 2008. Raka mengumumkan kepergiannya melalui situs MySpace mereka:
Dear friends of Killing Me Inside... Pertama-tama gue ingin ngucapin makasih banyak sama elo semua yang udah ngesupport kita. Gue (Raka) mewakili pihak Killing Me Inside, merasa beruntung banget bisa ngebangun dan memajukan band impian gue sampe kayak gini. Ini semua tentunya juga karena hasil kerja keras kita dan dukungan dari elo semua. Tapi, gue pada kali ini mau ngejelasin kalo gue harus mengundurkan diri dari band ini karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak. Dan pada hari ini (18-05-2008) gue resmi mengundurkan diri dari Killing Me Inside. Makasih banget buat elo semua yang udah support kita, dan buat Killing Me Inside : "maaf bgt bgt, lo semua tau ini sama skali bukan kemauan gua". Makasih banyak, sukses buat kalian, gue bangga bisa maen ama elo semua…dan please inget kata2 gua "gue hanya putus hubungan kerja ama elo semua,, bkn hubungan sebagai teman".
Sekali lagi makasih, lo smua udah ngertiin posisi gua, dan gue pun juga menerima keputusan elo semua yang tadi, thx...
-Raka Cyril Damar
Akhirnya debut album mereka berjudul A Fresh Start For Something New dirilis pada awal Desember 2008. Lagu "The Tormented" yang menjadi single langsung membuat nama Killing Me Inside terkenal di dunia musik indie Indonesia.


2009-2010: Line-up baru

Pada akhir Januari 2009, Sansan dan Rendy keluar dari Killing Me Inside. Sansan keluar dengan alasan untuk lebih fokus pada band Pee Wee Gaskins, sedangkan Rendy keluar dengan alasan pertimbangan masa depan. Meskipun begitu, Onad dan Josaphat tidak membubarkan Killms. Pada Februari 2009, melalui blog MySpace mereka, Killms mengumumkan formasi baru mereka yang terdiri atas Onadio (vokal), Josaphat (gitar), Davi (drum), dan Agung (bass). Namun karena alasan ketidakcocokan, Agung keluar. 2010, Angga bergabung bersama Killing Me Inside sebagai additional bass menggantikan posisi Agung.

2010: Album Self-Titled

Pada Agustus 2010, Killing Me Inside merilis album self-titled mereka melalui Royal Prima Musikindo. Album ini merupakan album pertama mereka sejak formasi mereka berubah dan album pertama mereka di RPM.
Lima dari sepuluh track pada album ini merupakan lagu-lagu yang direkam ulang dari album pertama mereka. Di album ini juga terdapat 3 lagu baru yang menggunakan lirik bahasa Indonesia dan digarap tanpa adanya vokal scream. Di antara ketiga lagu tersebut, salah satunya adalah lagu "Biarlah" yang menjadi single pertama mereka. Lagu "Biarlah" diterima secara positif oleh masyarakat umum. Tetapi respon sebaliknya ditunjukkan oleh fans awal mereka. Fans-fans awal mereka justru kecewa dengan perubahan genre yang drastis dari Killing Me Inside.
Album kedua Killing Me Inside ini berhasil menembus angka penjualan 50.000 copy dan meraih penghargaan Platinum dari Royal Prima Musikindo.

2011: Formasi baru

Di akhir tahun 2011, Killing Me Inside berencana ingin merilis album kembali. Namun pada tanggal 18 September 2011, Davi Frisya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Killing Me Inside. Davi mengumumkan pengunduran dirinya melalui akun twitternya:
Dengan ini saya menyatakan kalo saya bukan lg Drummer dr Killing Me Inside. Terima kasih teman2 yg sdh mendukung saya selama ini :)
Dan tak lama kemudian Killms pun baru-baru ini mengumumkan formasi terbarunya, dan Rudye pun telah berubah menjadi anggota tetap Killing Me Inside ditambah Putra yang bergabung dengan Killing Me Inside sebagai additional drum untuk menggantikan Davi diposisi drummer, dan inilah formasi terbaru dari Killms yang terdiri atas Onadio (vokal), Josaphat (gitar), Rudye (kibor), Angga (additional bass), Putra (additional drum).

Sumber : Wikipedia.

 


Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

KILLING ME INSIDE

Filled under:

Killing Me Inside
Grup
2006
Biografi :

Band Killing Me Inside (Killms) adalah band bergenre Modern Rock / Emo yang dibentuk pada awal tahun 2006 dengan personilnya, yaitu Sansan sebagai vokalis, Raka dan Josaphat sebagai gitaris, Onadio sebagai bassis dan Rendy pada drum. Pada pertengahan '08, Raka (gitaris) Killing Me Inside terpaksa mengundurkan diri untuk bergabung dengan band lain (Vierra) karena beberapa alasan.

"Gue harus mengundurkan diri dari band ini (Killms) karena adanya bentrok antara 2 band yaitu Killing Me Inside dan Vierra. Kedua band ini akan menjalankan kontrak dimana suatu pihak tidak membolehkan playernya untuk mempunyai lebih dari 1 band. Saat ini gue berada di posisi yang bagi gue hasil akhirnya sama skali bukan apa yang gua inginkan, dimana gue diharuskan untuk memilih Vierra yang disebabkan oleh "suatu faktor keluarga" yang sama sekali gak bisa gue tolak," kata Raka seperti yang dituliskan di Blog Myspace Killms.

Kemudian pada tahun itu, memasuki 2009, setelah beberapa kali manggung dan melakukan tour, Sansan (Vokalis) dan Rendy (Drum) meninggalkan band dan juga karena beberapa alasan. Sansan sebagai vokalis keluar karena memang pilihannya dia sendiri untuk keluar (sekarang ada di Pee Wee Gaskins) dan Rendy sebagai Drummer mengundurkan diri karena sibuk untuk rencana jangka panjangnya demi masa depan.

Formasi terbaru Killms adalah sebagai berikut: Onadio sebagai vokalis, Josaphat pada gitar, Agung pada bass dan Davi untuk menggantikan Rendy pada drum. Band ini sudah mempunyai satu album yaitu A Fresh Start For Something New yang hitsnya lagunya yaitu The Tormented.

Sumber: http://www.lintascerita.com/2010/11/profil-killing-me-inside-killms.html#ixzz1RPtAJi1o

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

Last Child | Diterima Karena Dipuja

Filled under:

Menjadi band indie sebenarnya gampang-gampang susah. Mereka memiliki komunitas yang benar-benar setia. Tetapi, belum tentu mereka bisa masuk ke industri musik dengan leluasa.

Misalnya, yang terjadi pada Last Child. Grup band yang dibentuk pada 2006 itu memiliki banyak pengalaman menjadi band indie. Dengan kerja keras dan kualitas, akhirnya mereka bisa menembus industri musik.

Kemarin (25/3) mereka merilis album terbaru berjudul Our Biggest Thing Ever di hall basket Senayan. CD album mereka dijual bundling dengan KFC. Hingga sore, keping CD mereka sudah terjual 700 kopi. Virgoun (vokal/gitar), Dimas (bas), dan Mamie (gitar) menyatakan senang dengan hal itu. Last Child dikenal karena memiliki fan base yang besar, yaitu 2,5 juta orang.

Gara-gara itu, mereka kini bisa diterima secara luas. "Dulu main di televisi itu seperti hal yang tidak mungkin," kata Virgoun. Hal tersebut dibenarkan Maureen dari dr. M yang menanungi Last Child. Dia bilang, lirik-lirik lagu Last Child sangat dalam dan vulgar.

"Waktu dengar lagu Last Child, banyak orang yang berpendapat kalau lirik lagu mereka harus diganti. Kalau tidak diganti, jangan berharap bisa masuk televisi. Kami sudah sadar bahwa kemungkinan mereka tidak diterima itu tinggi. Tapi, kami tetap persiapkan promo secara digital. Ternyata, hasilnya luar bisa," katanya.

Virgoun menambahkan, itu semua berkat dukungan fans. Akhirnya, mereka bisa merilis album baru meski harus mengalami pergantian personel. Personel awal Last Child adalah Virgoun, Dimas, Yodi, dan Ary.

Sekarang mereka tinggal bertiga. Dimas menjelaskan, Yodi resign karena harus melanjutkan kuliah dan bekerja. "Orang tua Yodi kurang setuju kalau Yodi terjun ke musik. Komitmen dia ke orang tuanya dulu musik cuma menjadi hobi. Tapi, semakin ke sini semakin terjun terlalu dalam. Dia kemudian resign," jelas Dimas.

Sementara itu, Ary hengkang karena memiliki visi yang berbeda. Ary tengah mendalami DJ. Dia juga sedang berencana untuk membuka bisnis clothing. "Jadi, sekarang kami tinggal bertiga," tegasnya

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012

Pasha "Ungu" Setuju BBM Naik, Asalkan...

Filled under:

Pasha, vokalis grup band Ungu, menilai kebijakan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono menaikkan tarif Bahan Bakar Minyak (BBM) pada awal April 2012, mendatang harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas transportasi umum. Ia membayangkan adanya transportasi yang aman dan nyaman untuk masyarakat.
"Fair-nya, BBM naik, transportasi umumnya bagus. Saya rasa kalau pemerintah memperhatikan transportasi umum ya nggak apa-apa," ujarnya ditemui usai Panasonic Gobel Award 2012, di Jakarta Theatre, Jakarta, Selasa (27/3/2012).
Sejauh ini, banyak masyarakat mengendarai transportasi pribadi dalam setiap aktivitasnya. Jalan raya jadi sangat padat. Kemacetan tak bisa terhindarkan. Kenyataan itu, disebabkan belum adanya transportasi umum yang memadai. Terutama dalam hal keamanan dan kenyamanan.
"Kenapa banyak orang luar merasa orang Indonesia kaya, karena banyak yang punya mobil," ucapnya.
Ia juga menilai kenaikan BBM masih tergolong murah jika dibarengi dengan perbaikan transportasi umum yang aman dan nyaman untuk masyarakat. Meskipun, ia berharap pemerintah mematok tarif BBM semurah-murahnya.
Lantas, bagaimana dengan aksi demonstrasi penolakan kenaikan tarif BBM yang terjadi kemarin? "Demo nggak ada salahnya selama tidak anarkis. Supaya ada yang menonjol berarti masyarakat bisa bersuara. Harusnya ada imbauan kenapa bisa naik," tandasnya.
Sumber :
Tribunnews.com

Posted By UnknownSelasa, April 10, 2012